Kamis, 11 Februari 2010

Eating Healthy Food for a Healthy Life

There have been many ways to have a full of illness life, though a many full of illness as well as endorsed approach to live a full of illness hold up is by eating full of illness food, that comes with a little criteria. Indeed, food is a many necessary thing that is flattering many conversion human’s illness as well as hold up in general. People who have been eating great as well as full of illness food will be all opposite from those who have been immoderate bad or junk food. Fact is, many bad or junk food can means them such vicious as well as bad illness conditions, such as overweight as well as cholesterol. These diseases that have been caused by bad an junk dishes will afterwards lead them to an diseased living, or even death. Hence, to have a great as well as full of illness life, people have been rarely referred to to devour healthy foods only; even, by eating full of illness food people can additionally tarry as well as reanimate from sure kind of diseases.

Unfortunately, not all people know how a healthy foods demeanour like, so they do not have a right eating robe as well as behavior. If we have been latest in selecting a full of illness food menu, here have been a little endorsed menus, so we will be means to eat each singular day. Basically, there have been dual criteria of what full of illness foods. Healthy dishes have been those that have been containing competent nourishment for human’s body. Nutrition, such as vitamin as well as protein, have been a many necessary piece a chairman need to get appetite to live as well as to grow. The second as well as usual pattern of full of illness food is that they have been exist or referred to in a pyramid of foods.

The pyramid of food is a blueprint of full of illness dishes people have been rarely referred to to eat each singular day, for they dishes have been containing necessary nourishment for human’s body. In fact, this kind of healthy foods blueprint is popularly described as a nourishment guide, so that people know how many food their physique need. There have been 3 kinds of food people should be eating full of illness food, according to this nourishment guide. The initial sort of food is dishes to eat in utterly many quantity, such as vegetables, fruits, grains, as well as so forth. These dishes have been recommended, for they enclose vast volume of protein, carbohydrate, or alternative necessary nourishment for human’s body.

The second sorts of dishes have been ones that should be eaten in assuage quantity, such as fish, eggs, meat, as well as additionally dairy products. Dairy products, such as divert as well as cheese have been a examples of dishes to devour in assuage (not as well much) quantity. The final sorts of dishes have been foods, such as butter as well as oil, that should be restricted. Only by requesting such pyramid of food, people will be means to devour full of illness food each day.

Buku Tamu

Selamat datang dan terima kasih telah berkunjung , buku tamu ini di sediakan untuk layanan silaturahmi antara pengunjung dengan author blog.

Silahkan di tinggal jejaknya di medianers, baik sekedar mengucapkan salam ataupun kritik dan saran tentang blog atau tentang postingan yang kurang berkenan, demi perbaikan selanjutnya.

Untuk melihat daftar isi blog lengkap, silahkan klik disini.

Selasa, 09 Februari 2010

Diskusi kecil tentang perdarahan

Ketika nongkrong dengan teman sepermainan di warung kopi, kami bercerita panjang lebar, dedi panggilan sohib saya mengungkapkan, seandainya saya jadi perawat, saya tidak bisa menolong orang yang kecelakaan penuh dengan luka, melihat darah saja saya langsung pucat apalagi membantu orang tersebut.

Pernyataan dedi, disambut dengan anggukan oleh riski, that rights bro !.. jangankan melihat dan

Senin, 08 Februari 2010

Askep Tinnitus

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tinnitus


Definisi

Tinnitus merupakan gangguan pendengaran dengan keluhan selalu mendengar bunyi, namun tanpa ada rangsangan bunyi dari luar. Sumber bunyi tersebut berasal dari tubuh penderita itu sendiri, meski demikian tinnitus hanya merupakan gejala, bukan penyakit, sehingga harus di ketahui penyebabnya.(dr. Antonius HW SpTHT dalam artikel Suara Keras Sebabkan Telinga Mendenging . Indopos Online)

Tinnitus adalah suatu gangguan pendengaran dengan keluhan perasaan mendengar bunyi tanpa rangsangan bunyi dari luar. Keluhannya bisa berupa bunyi mendenging, menderu, mendesis, atau berbagai macam bunyi lainnya. Gejalanya bisa timbul terus menrus atau hilang timbul.(Putri Amalia dalam artikel Gangguan Pendengaran ”Tinnitus”.FK Universitas Islam Indonesia)



Etiologi

Penyebab terjadinya tinnitus sangat beragam, beberapa penyebabnya anatara lain :
  • Kotoran yang ada di lubang telinga, yang apabila sudah di bersihkan rasa berdenging akan hilang.
  • Infeksi telinga tengah dan telinga dalam.
  • Gangguan darah.
  • Tekanan darah yang tinggi atau rendah, dimana hal tersebut merangsang saraf pendengaran.
  • Penyakit meniere’s Syndrome, dimana tekanan cairan dalam rumah siput meningkat, menyebabkan pendengaran menurun, vertigo, dan tinnitus.
  • Keracunan obat.
  • Penggunaan obat golongan aspirin ,dsb.

Patofisiologi

Menurut frekuensi getarannya, tinnitus terbagi menjadi dua macam, yaitu :
  • Tinnitus Frekuensi rendah (low tone) seperti bergemuruh
  • Tinnitus frekuensi tinggi (high tone)seperti berdenging
Tinnitus biasanya di hubungkan dengan tuli sensorineural dan dapat juga terjadi karena gangguan konduksi, yang biasanya berupa bunyi dengan nada rendah. Jika di sertai dengan inflamasi, bunyi dengung akan terasa berdenyut (tinnitus pulsasi) dan biasanya terjadi pada sumbatan liang telinga, tumor, otitis media, dll.

Pada tuli sensorineural, biasanya timbul tinnitus subjektif nada tinggi (4000Hz). Terjadi dalam rongga telinga dalam ketika gelombang suara berenergi tinggi merambat melalui cairan telinga, merangsang dan membunuh sel-sel rambut pendengaran maka telinga tidak dapat berespon lagi terhadap frekuensi suara. Namun jika suara keras tersebut hanya merusak sel-sel rambut tadi maka akan terjadi tinnitus, yaitu dengungan keras pada telinga yang di alami oleh penerita.(penatalaksanaan penyakit dan kelainan THT edisi 2 thn 2000 hal 100). Susunan telinga kita terdiri atas liang telinga, gendang telinga, tulang-tulang pendengaran, dan rumah siput. Ketika terjadi bising dengan suara yang melebihi ambang batas, telinga dapat berdenging, suara berdenging itu akibat rambut getar yang ada di dalam rumah siput tidak bisa berhenti bergetar. Kemudian getaran itu di terima saraf pendengaran dan diteruskan ke otak yang merespon dengan timbulnya denging.

Kepekaan setiap orang terhadap bising berbeda-beda, tetapi hampir setiap orang akan mengalami ketulian jika telinganya mengalami bising dalam waktu yag cukup lama. Setiap bising yang berkekuatan 85dB bisa menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu di Indonesia telah di tetapkan nilai ambang batas yangn di perbolehkan dalam bidang industri yaitu sebesar 89dB untuk jangka waktu maksimal 8 jam. Tetapi memang implementasinya belum merata. Makin tinggi paparan bising, makin berkurang paparan waktu yang aman bagi telinga.


Gejala

Pendengaran yang terganggu biasanya di tandai dengan mudah marah, pusing, mual dan mudah lelah. Kemudian pada kasus tinnitus sendiri terdapat gejala berupa telinga berdenging yang dapat terus menerus terjadi atau bahkan hilang timbul. Denging tersebut dapat terjadi sebagai tinnitus bernada rendah atau tinggi. Sumber bunyi di ataranya berasal dari denyut nadi, otot-otot dala rongga tellinga yang berkontraksi, dan juga akibat gangguan saraf pendengaran.


Diagnosis

Tinnitus merupakan suatu gejala klinik penyakit telinga, sehingga untuk memberikan pengobatannya perlu di tegakkan diagnosa yang tepat sesuai dengan penyebab, dan biasanya memanng cukup sulit untuk di ketahui.
Untuk memastikan diagnosis perlu di tanyakan riwayat terjadinya kebisingan, perlu pemerikasaan audio-metri nada murni (pure tone audiometry). Pada pemeriksaan nada murni gamabaran khas berupa takik (notch) pada frekuensi 4kHz. Anamnesis merupakan hal utama dan terpenting dalam menegakkan diagnosa tinnitus. Hal yang perlu di gali adalah seperti kualitas dan kauantitas tinnitus, apakah ada gejala lain yangmenyertai, seperti vertigo, gangguan pendengaran, atau gejala neurologik. Pemeriksaan fisik THT dan otoskopi harus secara rutin di lakukan, dan juga pemeriksaan penala, audiometri nada murni, audiometri tutur, dan bila perlu lakkukan ENG.


Pencegahan

Pencegahan terhadap tinnitus adalah sebagai berikut :
  • Hindari suara-suara yang bising, jangan terlalu sering mendengarkan suara bising(misalnya diskotik, konser musik, walkman, loudspeaker, telpon genggam)
  • Batasi pemakaian walkman, jangan mendengar dengan volume amat maksimal
  • Gunakan pelindung telinga jika berada di tempat bising.
  • Makanlah makanan yang sehat dan rendah garam
  • Minumlah vitamin yang berguna bagi saraf untuk melakukan perbaikan, seperti ginkogiloba, vit A dan E
  • Lain-lain


Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul
  1. Cemas b/d kurangnya informasi tentang gangguan pendengaran (tinnitus)

    Tujuan / Kriteria Hasil:
    • Tidak terjadi kecemasan, pengetahuan klien terhadap penyakit meningkat
    Intervensi :
    • Kaji tingkat kecemasan / rasa takut
    • Kaji tingkat pengetahuan klien tentang gangguan yang di alaminya
    • Berikan penyuluhan tentang tinnitus
    • Yakinkan klien bahwa penyakitnya dapat di sembuhkan
    • Anjurkan klien untuk rileks, dan menghindari stress.

  2. Gangguan istirahat dan tidur b/d gangguan pendengaran

    Tujuan / Kriteria Hasil :
    • Gangguan tidur dapat teratasi atau teradaptasi
    Intervensi :
    • Kaji tingkat kesulitan tidur
    • Kolaborasi dalam pemberian obat penenang/ obat tidur
    • Anjurkan klien untuk beradaptasi dengan gangguan tersebut.

  3. Resiko kerusakan interaksi sosial b/d hambatan komunikasi

    Tujuan / Kriteria Hasil :
    • Resiko kerusakan interaksi sosial dapat di minimalkan
    Intervensi :
    • Kaji kesulitan mendengar
    • Kaji seberapa parah gangguan pendengaran yang di alami klien
    • Jika mungkin bantu klien memahami komunikasi nonverbal
    • Anjurkan klien menggunakan alat bantu dengar setiap di perlukan jika tersedia.


Sumber
  • Doenges, Marilynn,E, dkk. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi ketiga, penerbit buku kedokteran. EGC.1999.
  • dr. Antonius HW SpTHT dalam artikel Suara Keras Sebabkan Telinga Mendenging . (Indopos Online)
  • Putri Amalia.Dalam artikel kesehatan.Tinnitus.FK. Universitas Islam Indonesia
  • www.suarasurabaya.net/v05/konsultasikesehatan/?p=126
  • www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/022006/09/cakrawala/lainnya04.htm
  • www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/031/kes3.html
  • www.solusisehat.net/tips_kesehatan.php?id=496
  • www.radarlampung.co.id/edisi_minggu/keluarga/denging,_efek_listrik_tubuh.radar
  • http://jurnalnasional.com/?med=about%20us

Teman baik akan mengusir rasa kesepian sahabatnya

Rasa kesepian adalah keadaan dimana seseorang merasa sendirian, merasa terisolasi, merasa tidak ada seorangpun sahabat untuk berbagi,merasa tidak adanya kesempatan untuk berhubungan dengan orang lain, baik dalam keluarga maupun di sekitar tempat tinggal.

Kesepian biasanya muncul dari pertahanan diri seseorang yang kurang bagus karena sering mengalami kekecewaan atau merasa harga diri rendah

Selasa, 02 Februari 2010

Virus Tag dari sang idola

Tak tahu maka tak kenal,tak kenal maka tak sayang,kata-kata tersebut sering kita dengar di setiap awal percakapan untuk mengetahui detail tentang seseorang. Sahabat yang baik tentunya akan memperkenalkan dirinya secara utuh agar persahabatan itu semakin karib dan akrab.Akhir-akhir ini, sahabat Media Ners terserang virus persahabatan,yang di sebut dengan "Tag about your self", konon katanya virus

Award dari sahabat

Sungguh tersanjung rasanya mendapatkan penghargaan dari seorang sahabat baik, Nur huda.Berangkat dari rasa kecintaanya terhadap blogging dan blogwalking sahabat tersebut memberikan hadiah "Award pelestari dunia blogging" kepada Media Ners.Award diatas, merupakan Award pertama yang diterima Media Ners,Terima kasih sobat atas penghargaan ini.