Rabu, 06 Mei 2009

ASKEP GADAR PERDARAHAN

Definisi 

 Perdarahan terjadi jika pembuluh darah putus atau pecah.

 Perdarahan luar

 Perdarahan dalam

 Perdarahan hebat, dapat membahayakan shock hipovolemik 

 Klafisikasi : perdarahan kapiler, perdarahan arteri, perdarahan vena.



Asuhan Keperawatan

Pengkajian

  • Pengkajian ABCD, pucat, kulit dingin dan lembab, tekanan darah turun, nadi cepat tapi lemah, nafas dalam dan cepat, menurunnya produksi urine.
  • Diagnosa keperawatan

  • Kurang volume cairan tubuh berhubungan dengan kehilangan darah aktif.

  • Penurunan kardiak output berhubungan dengan penurunan preload, kehilangan darah.

  • Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan kehilangan darah.
  • Perubahan persepsi sensori berhubungan dengan penurunan perfusi otak.

  • Tujuan keperawatan 

     Mengontrol perdarahan.

     Mempertahankan volume darah sirkulasiadekuat untuk oksigenasi.

     Mencegah shock.





    Penatalaksanaan kedaruratan 

    Potong baju pasien untuk mengidentifikasi area perdarahan dan lakukan pengkajian fisik dengan cepat.

     Beri penekanan pada area perdarahan.

    • Penekanan langsung

    Tekan langsung area perdarahan dengan telapak tangan atau menggunakan pembalut atau kainyang bersih selama kurang lebih 15 menit, dan pasang balutan tekanan kuat.

    • Penekanan arteri 

    Penekanan dilakukan pada ujung arteri yang sesuai (ujung dimana arteri ditekan melawan tulang yang berada dibawahnya).

    Enam titik utama penekanan 

     Arteri temporalis : pada daerah depan masing-masing telinga dan dapat ditekan pada tulang tengkorak.

     Arteri fasialis : terletak dibawah dagu dan 2,5 cm sebelah dalam dagu.

     Arteri karotis komunis : pada sisi samping trachea. Saat dilakukan tekanan observasi pernapasan pasien dan tidak boleh pada kedua arteri karotis dalam waktu bersamaan.

     Arteri subklavia : terletak dibawah kedua sisi klavikula (tulang collar). Penekanan harus dilakukan pada posisi melintang dibelakang dan kira – kira setengah panjang klavikula.

     Arteri brakhialis : pada pertengahan antara siku dan bahu, terletak pada daerah yang lebih dalam dari lengan atas antara otot biseps dan triseps.

     Arteri femoralis : dapat dirasakan pada lipat paha. 

    • Torniket 

     Pemasanagan torniket pada ekstremitas hanya sebagai upaya terakhir ketika perdarahan tidak dapat dikontrol dengan metode lain.

     Torniket dipasang tepat proksimal dengan luka ; torniket cukup kencang untuk mengontrol aliran darah arteri.

     Berikan tanda pada kulit pasien dengan pulpen atau plester dengan tanda T, menyatakan lokasi dan waktu pemasangan torniket.

     Longgarkan torniket sesuai petunjuk untuk mencegah kerusakan vascular atau neurologik. Bila sudah tidak ada perdarahan arteri, lepasakan torniket dan coba lagi balut dengan tekanan.

     Pada kejadian amputasi traumatic, jangan lepaskan torniket sampai pasien masuk ruang operasi.

     Tinggikan atau elevasikan bagian yang luka untuk memperlambat mengalirnya darah.

     Baringkan korban untuk mengurangi derasnya darah keluar.

     Berikan cairan pengganti sesuai saran, meliputi cairan elektrolit isotonic, plasma atau protein plasma, atau terapi komponen darah (bergantung perkiraan tipe dan volume cairan yang hilang).

    • Darah segar diberikan bila ada kehilangan darah massif.

    • Tamabahan trombosit dan factor pembekuan darah diberikan ketika jumlah darah yang besar diperlukan karena darah penggantian kekurangan factor pembekuan.

     Lakukan pemeriksaan darah arteri untuk menentukan gas darah dan memantau tekanan hemodinamik.

     Awasi tanda – tanda shock atau gagal jantung karena hipovolemia dan anoksia.





    REFERENSI 

    Brunner and Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah, Ed.8 Vol.3. EGC : Jakarta.

    Hudak, Carolyn M. 1996. Keperawatan Kritis-Pendekatan holistic, Ed. 6. Vol. 2. EGC : Jakarta.

    Pusponegoro, A.D. Dkk . Buku Panduan Penanggulangan Penderita gawat Darurat. Ambulance 118 : Jakarta.

    Skeet, Muriel. 1995. Tindakan paramedic Terrhadap Kegawatan dan Pertolongan Pertama, Ed. 2. EGC : Jakarta.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar