Kamis, 16 Juni 2011

KANGKER PAYUDARA

Definisi

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.

Penyebab

Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.

Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah :
Usia.
Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 40 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 60 tahun.
Pernah menderita kanker payudara.
Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.
Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.
Faktor genetik dan hormonal.
Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.
Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
Pemakaian pil kb atau terapi sulih estrogen.
Obesitas pasca menopause.
Pemakaian alkohol. Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
Bahan kimia.
Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
DES (dietilstilbestrol).
Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara
Penyinaran.

Gejala dan Tanda

Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.
Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit. Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara. Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa di ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah), perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu), payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik, puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara. Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.

Klasifikasi Kanker Payudara

Kurang dari 2 cm (TI) tidak ada (NO), tidak ada (MO)
kurang dari 5 cm (TI atau T2) menyebar ke kelenjar getah bening di axial, tidak ada (MO)
lebih dari 5 cm dengan invasi kulit melebar pada dinding dada
setiap ukuran ( setiap T)

Pencegahan

Banyak faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.
Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium dini.
Sadari, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.

Penatalaksanaan

Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi. Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon.

Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.
Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat penelitian
   
Penelitian ini dilakukan di desa Mbacem Kecamatan Gondang Kabupaten
Mojokerto.

2. Waktu penelitian

            Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli

B. Jenis dan Rancang Bangun Penelitian
   
    Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif . penelitian deskriptif  bertujuan untuk mendeskripsikan (mamaparkan) pengetahuan WUS tentang kanker payudara di posyandu  di desa mbacem kecamatan gondang kabupaten mojokerto dengan melihat data primer tanpa menyimpulkan bagaimana dan mengapa kanker payudara bisa terjadi

C. Populasi
          Populasi adalah keseluruhan dari suatu variable yang menyangkut masalah yang diteliti,variable tersebut dapat  berupa orang,kejadian,perilaku atau sesuatu lain yang akan dilakukan peneliti (Nursalam,2003)Pada penelitian ini, populasinya adalah seluruh WUS di desa  Mbacem Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto.
 yang ada di desa  Mbacem Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto.

D. Sampel
   
Sample adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti dalam penelitian ini
Sampelnya adalah semua WUS di desa  Mbacem Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto

2. kriteria inklusi
    Kriteria adalah keseluruhan umum yang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar