Senin, 20 Juni 2011

MULTIFETUS ( Kehamilan Ganda )

Kehamilan ganda (multifetus) adalah kehamilan yang terdiri dari dua janin atau lebih. Kehamilan ganda dapat menghasilkan anak kembar dua kembar tiga (triplet kembar empat (quadruplet), kembar lima (quintriplet), dan kembar enam (sextuplet). Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kehamilan ganda:
- Bangsa, frekuensi kehamilan ganda beberapa bangsa cenderung lebih tinggi, misalnya pada wanita kulit hitam.
- Umur, makin tinggi umur makin tinggi frekuensi kehamilan gandanya. Frekuensi ini akan menurun kembali setelah umur 40 tahun.
- Paritas ibu, semakin tinggi frekuensi persalinan maka semakin tinggi kemungkinan terjadinya kehamilan gandanya.
- Faktor obat-obatan perangsang ovulasi, seperti protertil, clomid dan harmon gonadotropin dapat menyebabkan kehamilan kembar dizigotik (dua janin berasal dari dua telur) dan kembar lebih dari dua.
Faktor keturunan bayi kembar lebih sering terjadi pada ibu yang kembar daripada ayah yang kembar.
- Faktor-faktor lain, misalnya fertilisasi invitro, yaitu pembuahan yang di tanam langsung dalam rahim. Cara ini dapat menghasilkan anak kembar tiga.

Ternyata, pertumbuhan janin kembar dan tunggal menunjukkan perbedaan yang cukup berarti. Berat badan satu janin kembar rata-rata lebih ringan 1000 gram dari janin tunggal. Berat badan bayi kembar dua dan tiga yang baru lahir kurang dan 2500 gram dan kembar lima kurang dad 1000 gram. Berat badan janin dari kehamilan kembar tidak sama. Umumnya, terjadi perbedaan antara 50 sampai 1000 gram. Selain itu, terjadi pembagian sirkulasi darah yang tidak sama. Akibatnya. pertumbuhan kedua janinnya pun berbeda.
Pada kehamilan ganda monozigotik (dua janin berasal dari satu telur), pembuluh darah janin yang satu mempunyai suatu penghubung dengan pembuluh darah janin yang lainnya. Kondisi ini dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhannya kedua janin tersebut karena sirkulasi darah yang diperolehnya berbeda-beda. Meninggalnya satu janin pada kehamilan kembar dizigotik dapat terjadi. Satu janin meninggal dan janin yang lainnya dapat tumbuh sampai cukup bulan. Janin yang meninggal pada kehamilan muda dapat diresorbsi, sedangkan pada kehamilan tua akan menjadi pipih, yang disebut fetus kompresus (menjadi tipis seperti kertas). Pipihnya janin ini disebabkan oleh hilangnya cairan dan sebagian jaringan lunak dari janin, kecuali bagian kulit yang disebut fetus papiraseus.
Setiap ibu hamil pasti dapat merasakan sesuatu yang terjadi dalam kandungan. Begitu juga dengan kehamilan ganda. Beberapa tanda yang menunjukkan kehamilan ganda adalah:
- rahim terasa lebih cepat membesar daripada biasanya,
- Perut tampak lebih buncit dan tidak sesuai dengan usia kehamilannya,
- Penambahan berat badan ibu yang menyolok (tidak disebabkan oleh edema/obesitas/kegemukan).
- Gerakan janin lebih banyak dirasakan.
Setelah merasakan tanda-tanda di atas sebaiknya ibu hamil memeriksakan diri ke dokter. Pada pemeriksaan pertama dan ulangan, rahim akan terasa lebih cepat membesar. Pada pemeriksaan berikutnya muncul tanda-tanda sebagai berikut:
- Bagian-bagian kecil akan teraba lebih sering.
- Gerakan-gerakan janin muncul lebih sering.
- Terabanya tiga bagian janin yang besar, yaitu bokong dan kepala
- Terdengar dua denyutjantung pada dua tempat yang agak berjauhan dengan kecepatan yang berbeda, sedikitnya 10 denyut permenit.
- Pada pemeriksaan USG, tampak dua janin atau dua jantung yang berdenyut (trimester I).
- Pada pemeriksaan cordiorocograli (CTG), tampak gambaran denyut jantung yang berbeda dari kedua janin.
Seperti halnya kehamilan tunggal, berbagai keluhan dapat terjadi pada kehamilan ganda. Beberapa keluhan yang biasanya terjadi adalah abortus, keterlambatan pertumbuhan janin, malformasi (kecacatan fisik) tekanan darah tinggi yang diperberat oleh kehamilan, anemia maternal (ibu), perdarahan maternal (bu), presentasi janin yang abnormal, dan terjadinya komplikasi pada persalinan. Untuk mengatasi keluhan-keluhan tersebut, pasangan suami-istri, dengan kehamilan ganda harus tetap waspada terhadap risiko yang mungkin terjadi. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan ibu hamil selama proses kehamilan dan pasta melahirkan:

Hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses kehamilan.

- Merawat dan menjaga kehamilan (prenatal) dengan baik untuk mengenal kehamilan ganda dan mencegah timbulnya komplikasi.
- Memeriksakan kehamilan secara teratur.
- Mengatur pola makan yang sehat dan seimbang, cukup kalori, protein, zat besi, asam dan sebagainya.
- Setelah kehamilan 30 minggu, sebaiknya hindari persetubuhan dan perjalanan jauh karena akan merangsang persalinan prematur (partus prematurus).
- Lakukan pemeriksaan darah secara lengkap, meliputi hemoglobin, rhesus, dan golongan darah
Hal-hal yang perlu diperhatikan setelah melahirkan.
- Menjaga rahim agar tetap berkontraksi dengan baik, untuk mencegah terjadinya perdarahan.
- Lakukan aktivitas normal agar pengeluaran lochea (cairan vagina) bisa berjalan lancar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar