Sabtu, 13 Agustus 2011

Determinan tidak dilakukannya deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) oleh remaja putri kelas II di MAN KTI KEBIDANAN


BAB  I 
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang Masalah
Kanker payudara merupakan tumor ganas ginekologi menurut Hidayati (2001) yang disadur oleh Ariyanti (2004). Berdasarkan data World Health Organization (WHO), jumlah penderita kanker payudara bertambah sekitar 7 juta. Survey terakhir di dunia menunjukkan tiap 3 menit ditemukan penderita kanker payudara dan setiap 11 menit  ditemukan seorang wanita meninggal akibat kanker payudara. Sementara di Indonesia, rata-rata penderita kanker payudara adalah 10 dari 100 ribu wanita (www.suaramerdeka.com,2005).
Sejak 1988 sampai 1992 keganasan tersering di Indonesia tidak banyak berubah, kanker leher rahim dan kanker payudara tetap menduduki tempat teratas. Selain jumlah kasus yang banyak, lebih dari 70% penderita kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut. Data dari Direktorat Jendral Pelayanan Medik Departeman Kesehatan menunjukkan bahwa Case Fatality Rate (CFR) akibat kanker payudara menurut golongan penyebab sakit menunjukkan peningkatan dari tahun 1992-1993, yaitu dari 3,9 menjadi 7,8 (www.nusaindah tripod.com,2003).   
Etiologi kanker payudara belum dapat dijelaskan. Terdapat faktor genetik karena kanker payudara cenderung terjadi pada keluarga (Llewellyn & Jones, 2002). Beberapa hal yang bisa menjadi faktor resiko terjadinya kanker payudara yaitu umur, status negara, status sosial ekonomi, status perkawinan, tempat tinggal, ras, berat badan, umur menarche, umur menopause, umur pertama melahirkan, riwayat keluarga dan oophorectomy ( Bustan, 1997). 
Gejala permulaan kanker payudara sering tidak disadari atau dirasakan dengan jelas oleh penderita sehingga banyak penderita yang berobat dalam keadaan stadium lanjut. Hal inilah yang menyebabkan tingginya angka kematian kanker tersebut. Padahal, kematian pada stadium dini akibat kanker masih dapat dicegah. Tjindarbumi (1982) mengatakan bila penyakit kanker payudara ditemukan dalam stadium dini, angka harapan hidupnya (life expectancy) tinggi, berkisar antara 85 - 98%, sedangkan 70-90% penderita datang ke rumah sakit setelah penyakit parah, yaitu setelah masuk dalam stadium lanjut (www.nusaindah tripod.com,2003).
Payudara merupakan estetika kaum wanita dan daya tarik seksual yang utama. Terdapatnya seluruh aktivitas di dalam payudara sehubungan dengan perkembangan dalam kehidupan seorang wanita serta perubahan siklus yang biasa disebabkan oleh periode menstruasi teratur membuat semua wanita sebaiknya bermawas diri terhadap masalah yang mungkin timbul pada payudara mereka. Pemeriksaan dini yang rutin dan teratur untuk mendeteksi secara dini tumor payudara merupakan kebiasaan yang sangat baik. Seorang remaja putri dapat memeriksa payudara sendiri (SADARI) pada saat mandi dengan meggunakan jari-jari tangan sehingga dapat menemukan benjolan pada lekukan halus payudara (Gilbert,1996).
Terdapatnya sebuah benjolan yang sudah nampak dengan jelas pada payudara akan sangat mengejutkan bagi banyak wanita, pada saat ini seorang wanita mungkin telah kehilangan waktu yang berharga untuk memulai pengobatan sedini mungkin. Jadi jalan yang paling bijaksana adalah dengan melakukan SADARI secara teratur pada waktu tertentu. Kelainan yang terkecil sekalipun dapat ditemukan dan langkah-langkah aktif untuk pengobatan dapat dimulai sedini mungkin (Gilbert, 1996).
Program - program untuk mengajak wanita mempelajari dan mempraktekkan pemeriksaan payudara sendiri telah dikembangkan di banyak negara. Di samping itu, yang berwenang di bidang kesehatan telah menganjurkan wanita berusia di atas 35 tahun untuk memeriksakan payudara tahunan kepada dokter. Pemeriksaan ini harus ditambah dengan pemeriksaan mamografi pada usia antara 40-45 tahun, kemudian pemeriksaan setiap tahun mulai usia 50 tahun (Llewellyn & Jones, 2002).
Berdasarkan hasil studi pendahuluan melalui wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap 10 orang remaja putri kelas II pada bulan Maret 2006, terdapat 9 orang remaja putri tidak pernah melakukan SADARI dengan alasan tidak tahu dan belum pernah mendapat informasi tentang SADARI, 1 orang remaja putri pernah melakukan SADARI karena remaja putri tersebut pernah menjalani operasi tumor payudara sehingga telah mengetahui cara dan tujuan melakukan SADARI. Meskipun kurikulum pendidikan mengenai organ reproduksi sudah diberikan, tetapi untuk masalah payudara tidak diberikan secara mendalam. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengambil judul penelitian determinan tidak dilakukannya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI oleh remaja putri kelas II MAN 2 Metro.



B.           Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka peneliti membuat rumusan masalah : “Apa yang menjadi  determinan tidak dilakukannya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI oleh remaja putrid kelas II di MAN 2 Metro tahun 2006?”.

C.          Tujuan Penelitian
1.      Tujuan Umum
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui gambaran determinan  tidak dilakukannya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI oleh remaja putri kelas II di MAN 2 Metro.

2.      Tujuan Khusus
           Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk :
a.       Memperoleh gambaran pengetahuan sebagai determinan tidak dilakukannya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI oleh remaja putri di  MAN 2 Metro.
b.      Memperoleh gambaran sikap sebagai determinan tidak dilakukannya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI oleh Remaja Putri di MAN 2 Metro.
c.       Memperoleh gambaran fasilitas pelayanan kesehatan sebagai determinan tidak dilakukannya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI oleh remaja putri di MAN 2 Metro
d.      Memperoleh gambaran kepercayaan kesehatan sebagai determinan tidak dilakukannya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI oleh remaja putri di MAN 2 Metro.
e.       Memperoleh gambaran sosial budaya sebagai determinan tidak dilakukannya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI oleh remaja putri di MAN 2 Metro

D.          Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian sebagai berikut :
1.            Jenis Penelitian            :     deskriptif
2.            Objek Penelitian          :     determinan tidak dilakukannya  deteksi dini kanker   payudara melalui SADARI dengan sub variabel pengetahuan, sikap, fasilitas pelayanan kesehatan, kepercayaan dan sosial budaya tentang  SADARI.
3.            Subjek penelitian         :     remaja putri kelas II yang tidak melakukan SADARI di MAN 2 Metro
4.            Lokasi penelitian         :     MAN 2 Metro
5.            Waktu Penelitian         :     tanggal 22 Mei 2006

E.           Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat : 
1.      Bagi petugas kesehatan dapat memberikan masukan guna memberikan pendidikan kesehatan tentang SADARI dan meningkatkan minat masyarakat khususnya remaja putri dalam melakukan deteksi dini kanker payudara melalui SADARI.
2.      Bagi remaja putri di MAN 2 Metro khususnya dan remaja putri pada umumnya  dapat menjadi bahan masukan dan tambahan pengetahuan tentang pentingnya melakukan SADARI untuk mendeteksi secara dini tumor payudara dan untuk mendapatkan  informasi  yang berhubungan dengan SADARI.
3.      Bagi MAN 2 Metro dapat menjadi bahan masukan  khususnya bagi kegiatan PMR (Palang Merah Remaja) agar dapat membuat program kesehatan mengenai deteksi dini kanker payudara melalui SADARI.   
4.      Bagi peneliti lain dapat menjadi masukan untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai determinan lain penyebab tidak dilakukannya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar