Senin, 15 Februari 2010

Askariasis

Ascaris lumbricoides merupakan salah satu infeksi cacing yang paling umum pada manusia . Bentuk dewasa biasanya menetap di bagian atas dari usus kecil . Larva yang melewati paru-paru dapat diikuti dengan gejala-gejala pneumonitis .
Ketika meninggalkan hospes , telur dalam tinja belum matang . Di tanah dengan suhu dan kelembaban yang sesuai , telur akan berkembang menjadi infektif dengan embrio didalamnya . Apabila manusia menelan telur infektif , telur akan menetas dalam usus kecil bagian atas menjadi larva . Larva menembus dinding usus dan mencapai pembuluh vena atau limfe kemudian ke paru-paru . Dalam paru-paru , larva mengalami eksdisis dan menjadi larva stadium tiga . Larva bermigrasi ke bronkus dan akhirnya tertelan masuk ke dalam usus kecil . Larva berkembang menjadi cacing dewasa kira-kira delapan – 12 minggu setelah infeksi .

Cacing dewasa biasanya hidup dalam rongga usus kecil , terutama di bagian atas dan tengah . Walaupun begitu , seringkali cacing meninggalkan usus bermigrasi ke organ – organ lain dan dapat menimbulkan kematian .

Sering dilaporkan terjadi invasi ke duktus biliaris dan umbai cacing . Dapat menimbulkan keluhan seperti serangan batu empedu , dengan keluhan rasa sakit yang hebat dan kolik di daerah epigastrium apabila cacing bermigrasi ke dalam duktus biliaris ( askariasis bilier ) .

Diagnosis spesific ditentukan dengan ditemukannya telur pada tinja .Pada banyak kasus askariasis yang memerlukan operasi , sulit untuk menegakkan diagnosis sebelum operasi , meskipun diagnosis askariasis biliaris mungkin ditegakkan dengan sinar-X , pemeriksaan empedu dan endoskopi .

Etiologi askariasis adalah Ascaris lumbricoides . Manusia merupakan satu-satunya hospes .

Manifestasi klinik
Gejala disebabkan oleh larva maupun cacing dewasa . Adanya larva dalam tubuh akan menimbulkan batuk , demam , eosinofilia , dan gambaran infiltrat pada foto toraks yang akan menghilang dalam waktu 3 minggu , dikenal sebagai sindrom Loeffler . Gejala yang ditimbulkan oleh cacing dewasa adalah mual , nafsu makan berkurang , diare , atau konstipasi . Pada keadaan berat dapat mengakibatkan malabsorpsi dan obstruksi usus . Cacing dewasa yang mengembara ke organ-organ lain akan menimbulkan gangguan tersendiri , misalnya ke saluran empedu , apendiks, atau bronkus .

Diagnosis
Diagnosis ditegakkan dengan ditemukannya telur A . lumbricoides dalam tinja atau keluarnya cacing dewasa lewat muntah atau tinja pasien .

Penatalaksanaan
Terapi Medikamentosa ( Pirantel pamoat , Mebendazol , Piperazin sitrat , Levamisol ) .

Prognosis
Selama tidak terjadi obstruksi oleh cacing dewasa yang bermigrasi , prognosis baik . Pengobatan dapat memberikan kesembuhan 80-99 % . (10)

Ascaris lumbricoides adalah cacing bulat yang besar dan hidup dalam usus halus manusia . Cacing ini terutama tumbuh dan berkembang pada penduduk di daerah yang berilkim panas dan lembab dengan sanitasi yang buruk . Cacing betina dewasa mengeluarkan telur yang kemudian akan menjadi matang dan infektif , dengan tumbuhnya larva pada telurnya di dalam waktu 2 – 3 minggu .

Gambaran umum
Infeksi pada manusia terjadi kalau larva cacing ini mengkontaminasi makanan dan minuman . Di dalam usus halus larva cacing akan keluar menembus dinding usus halus dan kemudian melalui vena dan pembuluh limfe menuju ke paru . Setelah itu larva cacing ini akan bermigrasi ke bronkus , faring dan kemudian turun ke esofagus dan usus halus . Lama perjalanan ini sampai menjadi bentuk cacing dewasa 60 – 75 hari .
Panjang cacing dewasa 20 - 40 cm dan hidup di dalam usus halus manusia untuk bertahun – tahun lamanya .

Gejala Klinis
Selama bermigrasi larva tersebut dapat menimbulkan gejala bila merusak kapiler atau dinding alveolus paru .
Larva cacing ini dapat menyebar dan menyerang organ lain seperti otak , ginjal , mata , sumsum tulang belakang dan kulit . Dalam jumlah yang sedikit cacing dewasa tidak akan menimbulkan gejala . Bila infestasi tersebut berat dapat menyebabkan rasa yang tidak enak pada perut dan kolik terutama pada anak-anak .Cacing dewasa dapat juga menyebabkan gangguan nutrisi terutama pada anak-anak . Cacing ini dapat mengadakan sumbatan pada saluran empedu , saluran pankreas , divertikel dan usus buntu . Selain hal tersebut diatas , cacing ini dapat juga menimbulkan gejala alergik seperti urtikaria , gatal-gatal dan eosinofilia . Cacing dewasa dapat keluar melalui mulut dengan perantara batuk , muntah atau langsung keluar melalui hidung .

Pemeriksaan Laboratorium
Selama fase pulmonal akan ditemukan eosinofilia . Diagnosis ditegakkan dengan menemukan telur cacing pada tinja atau karena cacing dewasa keluar tubuh dan ditemukan dalam tinja .

Diagnosis Banding
Askariasis harus dibedakan dengan kelainan alergi lain seperti urtikaria , Loeffler’s syndrome dan asma .
Pneumonitis yang disebabkan Ascaris lumbricoides menyerupai gejala Pneumonitis yang disebabkan cacing tambang atau Strongiloides . Cacing ini dapat merupakan pencetus untuk terjadinya pankreatitis , apendisitits , divertikulitis dan lain-lain .

Pengobatan
1) Piperazin , merupakan obat pilihan utama
2) Heksilresorsinol
3) Pirantel pamoat
4) Tetramisol

Komplikasi
Selama larva sedang bermigrasi dapat menyebabkan terjadinya reaksi alergik yang berat dan pneumonitis dan bahkan dapat menyebabkan timbulnya pneumonia .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar