Minggu, 11 April 2010

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Cholelotiasis / Batu Empedu

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN CHOLELOTIASIS / BATU EMPEDU

Pengkajian

1. Aktivitas dan istirahat :
  • subyektif : kelemahan
  • Obyektif : kelelahan
2. Sirkulasi :
  • Obyektif : Takikardia, Diaphoresis
3. Eliminasi :
  • Subektif : Perubahan pada warna urine dan feces
  • Obyektif : Distensi abdomen, teraba massa di abdomen atas/quadran kanan atas, urine pekat.
4. Makan / minum (cairan) :

a. Subyektif : Anoreksia, Nausea/vomit.
  • Tidak ada toleransi makanan lunak dan mengandung gas.
  • Regurgitasi ulang, eruption, flatunasi.
  • Rasa seperti terbakar pada epigastrik (heart burn).
  • Ada peristaltik, kembung dan dyspepsia.
b. Obyektif :
  • Kegemukan.
  • Kehilangan berat badan (kurus).
5. Nyeri/ Kenyamanan :

a. Subyektif :
  • Nyeri abdomen menjalar ke punggung sampai ke bahu.
  • Nyeri apigastrium setelah makan.
  • Nyeri tiba-tiba dan mencapai puncak setelah 30 menit.
b. Obyektif :
  • Cenderung teraba lembut pada klelitiasis, teraba otot meregang /kaku hal ini dilakukan pada pemeriksaan RUQ dan menunjukan tanda marfin (+).
6. Respirasi :
  • Obyektif : Pernafasan panjang, pernafasan pendek, nafas dangkal, rasa tak nyaman.
7. Keamanan :
  • Obyektif : demam menggigil, Jundice, kulit kering dan pruritus , cenderung perdarahan ( defisiensi Vit K ).
8. Belajar mengajar :
  • Obyektif : Pada keluarga juga pada kehamilan cenderung mengalami batu kandung empedu. Juga pada riwayat DM dan gangguan / peradangan pada saluran cerna bagian bawah.
Dioagnosa Keperawatan

1. Pola nafas tidak efektif sehubungan dengan nyeri, kerusakan otot, kelemahan/ kelelahan, ditandai dengan :
  • Takipneu
  • Perubahan pernafasan
  • Penurunan vital kapasitas.
  • Pernafasan tambahan
  • Batuk terus menerus
2. Potensial Kekurangan cairan sehubungan dengan :
  • Kehilangan cairan dari nasogastrik.
  • Muntah.
  • Pembatasan intake
  • Gangguan koagulasi, contoh : protrombon menurun, waktu beku lama.
3. Penurunan integritas kulit/jaringan sehubungan dengan
  • Pemasanagan drainase T Tube.
  • Perubahan metabolisme.
  • Pengaruh bahan kimia (empedu)
ditandai dengan :
  • adanya gangguan kulit.
4. Kurangnya pengetahuan tentang prognosa dan kebutuhan pengobatan, sehubugan dengan :
  • Menanyakan kembali tentang imformasi.
  • Mis Interpretasi imformasi.
  • Belum/tidak kenal dengan sumber imformasi.
ditandai dengan :
  • pernyataan yang salah.
  • permintaan terhadap informasi.
  • Tidak mengikuti instruksi.
Daftar Pustaka
  1. Soeparman, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Balai Penerbit FKUI 1990, Jakarta, P: 586-588.
  2. Sylvia Anderson Price, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Alih Bahasa AdiDharma, Edisi II.P: 329-330.
  3. Marllyn E. Doengoes, Nursing Care Plan, Fa. Davis Company, Philadelpia, 1993.P: 523-536.
  4. D.D.Ignatavicius dan M.V.Bayne, Medical Surgical Nursing, A Nursing Process Approach, W. B. Saunders Company, Philadelpia, 1991.
  5. Sutrisna Himawan, 1994, Pathologi (kumpulan kuliah), FKUI, Jakarta 250 - 251.
  6. Mackenna & R. Kallander, 1990, Illustrated Physiologi, fifth edition, Churchill Livingstone, Melborne : 74 - 76.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar