Minggu, 15 Mei 2011

Mereka Butuh Internet

Keahlian tersembunyi, bakat terpendam, lipsing dan kemampuan untuk menirukan gaya seseorang akhir-akhir ini telah melanda masyarakat Indonesia pada umumnya. Karena infotainment juga terlalu mem-blow-up kisah ini di media masa. Diawali dengan kisah Justin Bieber dengan Babynya, juga Shinta & Jojo dengan Keong Racunnya lalu Briptu Norman dengan Chaiyya-Chaiyyanya yang tak disengaja tenar di masyarakat karena Youtube. Youtube didirikan pada bulan februari 2005 oleh 3 orang mantan karyawan PayPal, yaitu Chad Hurley, Steve Chen dan Jawed Karim. Video awal yang pertama kali di Upload di Youtube berjudul "Me at The Zoo", menampilkan Jawed Karim di kebun binatang San Diego. Hingga saat ini video tersebut masih dapat disaksikan di youtube.


Peristiwa ini akan terus menjadi selama oknum yang bersangkutan belum merasa letih untuk meladeni permintaan para penggemarnya. Sebenarnya bukan hanya karena Youtube atau Media Informasi Visual yang lainnya, melainkan juga karena Internet. Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Internet menjadikan Media penyebaran Informasi semakin cepat dan layak untuk diperbincangkan. Tanpa adanya Internet, tak mungkin bisa kita ketahui bakat terpendamnya. Internet pertama kali muncul di Indonesia pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.

Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.

Dengan pemahaman yang lebih terhadap Internet dan fungsi-fungsi positif yang ada di dalamnya, tidak menutup kemungkinan sebuah negara akan bisa lebih maju. Dikarenakan Informasi yang lebih mudah kita dapatkan melalui internet juga berbagai sumber yang tidak sedikit dalam memberikan Informasi yang mendidik.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya pengenalan Internet ini bisa kita tekankan lagi kepada Generasi Muda Indonesia dalam memanfaatkan Internet dengan sebaik-baiknya. agar suatu hari kelak bukan hanya Artis dadakan semata yang menjadi terkenal, melainkan ilmuan-ilmuan dan para Ahli Teknologi dari Negara kita juga bisa terus diexpose untuk mengembangkan bakat pada lingkup dunia Informasi.

Penghargaan seperti ini yang kurang mendapat perhatian lebih oleh Media Informasi kita. Sehingga para pemuda-pemudi berbakat kita lebih memilih untuk meninggalkan Negaranya karena Karyanya kurang diakui.

Jadi, apa langkah kita setelah ini kawan?
Apa kita hanya menikmati tontonan yang bersifat sementara saja?
Atau memilih bersaing dalam Karya untuk memajukan Negara?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar