Kamis, 08 April 2010

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Chest Pain

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN CHEST PAIN

Pengkajian

1. Pengkajian Primer

a. Airway
  • Bagaimana kepatenan jalan nafas
  • Apakah ada sumbatan / penumpukan sekret di jalan nafas?
  • Bagaimana bunyi nafasnya, apakah ada bunyi nafas tambahan?
b. Breathing
  • Bagaimana pola nafasnya ? Frekuensinya? Kedalaman dan iramanya?
  • Aapakah menggunakan otot bantu pernafasan?
  • Apakah ada bunyi nafas tambahan?
c. Circulation
  • Bagaimana dengan nadi perifer dan nadi karotis? Kualitas (isi dan tegangan)
  • Bagaimana Capillary refillnya, apakah ada akral dingin, sianosis atau oliguri?
  • Apakah ada penurunan kesadaran?
  • Bagaimana tanda-tanda vitalnya ? T, S, N, RR, HR?
2. Pengkajian Sekunder

Hal-hal penting yang perlu dikaji lebih jauh pada nyeri dada (koroner) :
a. Lokasi nyeri
  • Dimana tempat mulainya, penjalarannya (nyeri dada koroner : mulai dari sternal menjalar ke leher, dagu atau bahu sampai lengan kiri bagian ulna)
b. Sifat nyeri
  • Perasaan penuh, rasa berat seperti kejang, meremas, menusuk, mencekik/rasa terbakar, dll.
c. Ciri rasa nyeri
  • Derajat nyeri, lamanya, berapa kali timbul dalam jangka waktu tertentu.
d. Kronologis nyeri
  • Awal timbul nyeri serta perkembangannya secara berurutan
e. Keadaan pada waktu serangan
  • Apakah timbul pada saat-saat / kondisi tertentu
f. Faktor yang memperkuat / meringankan rasa nyeri misalnya sikap/posisi tubuh, pergerakan, tekanan, dll.

g. Gejala lain yang mungkin ada atau tidaknya hubungan dengan nyeri dada.

Diagnosa Keperawatan
  1. Perubahan kenyamanan nyeri (nyeri akut) b.d iskemia jaringan sekunder terhadap sumbatan arteri, inflamasi jaringan
  2. Perubahan perfusi jaringan (otot jantung) b.d penurunan aliran darah
  3. Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara suplai O2 dan kebutuhan metabolisme jaringan
Intervensi Keperawatan

Prinsip-prinsip Tindakan :
  1. Tirah baring (bedrest) dengan posisi fowler / semi fowler
  2. Melakukan EKG 12 lead kalau perlu 24 lead
  3. Mengobservasi tanda-tanda vital
  4. Kolaborasi pemberian O2 dan pemberian obat-obat analgesik, penenang, nitrogliserin, Calcium antagonis dan observasi efek samping obat.
  5. Memasang infus dan memberi ketenangan pada klien
  6. Mengambil sampel darah
  7. Mengurangi rangsang lingkungan
  8. Bersikap tenang dalam bekerja
  9. Mengobservasi tanda-tanda komplikasi
Daftar Pustaka
  1. Abdurrahman, N, Anamnesa dan pemeriksaan Jasmani Sistem Kardiovaskuler dalam IPD Jilid I, Jakarta: FKUI, 1999.
  2. Doenges, Marilynn E,Rencana Asuhan Keperawatan, Jakarta : EGC, 2000.
  3. Himawan, Buku Kuliah Gangguan Sistem Kardiovaskuler,1994.
  4. Hudak&Gallo, Keperawatan Kritis cetakan I, Jakarta : EGC, 1995

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar