Kamis, 08 April 2010

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Pneumonia

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN PNEUMONIA

Pengkajian

1. Biodata Pasien : Nama, umur, jenis kelamin, status perkawinan, agama, suku/bangsa, pendidikan, pekerjaan, alamat, dan nomor register.

2. Biodata Penaggung Jawab : Nama, umur, jenis kelamin, status perkawinan, agama, suku/bangsa, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, alamat.

3. Riwayat Kesahatan Pasien :
  • Riwayat Kesehatan Dahulu
  • Riwayat Kesehatan Sekarang
  • Riwayat Kesehatan Keluarga
4. Kebiasaan Sehari-hari :
  • Makan dan Minum
  • Eliminasi : BAK dan BAB
  • Personal Hygiene
5. Pemeriksaan Fisik / Head To Toe

Diagnosa dan Intervensi Keperawatan

1. Ketidakefektifan Pola Nafas b.d Infeksi Paru

Karakteristik :
  • Batuk (baik produktif maupun non produktif) haluaran nasal, sesak nafas, Tachipnea, suara nafas terbatas, retraksi, demam, diaporesis, ronchii, cyanosis, leukositosis.
Tujuan :
Anak akan mengalami pola nafas efektif yang ditandai dengan :
  • Suara nafas paru bersih dan sama pada kedua sisi
  • Suhu tubuh dalam batas 36,5 – 37,2OC
  • Laju nafas dalam rentang normal
  • Tidak terdapat batuk, cyanosis, haluaran hidung, retraksi dan diaporesis
Intervensi :
  • Lakukan pengkajian tiap 4 jam terhadap RR, S, dan tanda-tanda keefektifan jalan napas. R : Evaluasi dan reassessment terhadap tindakan yang akan/telah diberikan.
  • Lakukan Phisioterapi dada secara terjadwal. R : Mengeluarkan sekresi jalan nafas, mencegah obstruksi
  • Berikan Oksigen lembab, kaji keefektifan terapi. R : Meningkatkan suplai oksigen jaringan paru
  • Berikan antibiotik dan antipiretik sesuai order, kaji keefektifan dan efek samping (ruam, diare). R : Pemberantasan kuman sebagai faktor causa gangguan
  • Lakukan pengecekan hitung SDM dan photo thoraks. R : Evaluasi terhadap keefektifan sirkulasi oksigen, evaluasi kondisi jaringan paru
  • Lakukan suction secara bertahap. R : Membantu pembersihan jalan nafas
  • Catat hasil pulse oximeter bila terpasang, tiap 2 – 4 jam. R : Evaluasi berkala keberhasilan terapi/tindakan tim kesehatan.
2. Defisit Volume Cairan b.d Penurunan intake cairan

Karakteristik :
  1. Hilangnya nafsu makan/minum, letargi, demam., muntah, diare, membrana mukosa kering, turgor kulit buruk, penurunan output urine.
Tujuan :
Anak mendapatkan sejumlah cairan yang adekuat ditandai dengan :
  • Intake adekuat, baik IV maupun oral
  • Tidak adanya letargi, muntah, diare
  • Suhu tubuh dalam batas normal
  • Urine output adekuat, BJ Urine 1.008 – 1,020
Intervensi :
  • Catat intake dan output, berat diapers untuk output. R : Evaluasi ketat kebutuhan intake dan output
  • Kaji dan catat suhu setiap 4 jam, tanda devisit cairan dan kondisi IV line. R : Meyakinkan terpenuhinya kebutuhan cairan
  • Catat BJ Urine tiap 4 jam atau bila perlu. R : Evaluasi obyektif sederhana devisit volume cairan
  • Lakukan Perawatan mulut tiap 4 jam. R : Meningkatkan bersihan sal cerna, meningkatkan nafsu makan/minum
Sumber
  • Acton, Sharon Enis & Fugate, Terry (1993) Pediatric Care Plans,
  • http://www.mantri-suster.co.cc/2009/08/askep-pneumonia.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar