Jumat, 15 Januari 2010

Hidrosefalus Obstruktif

Hidrosefalus Obstruktif merupakan suatu kelainan yang ditandai dengan penumpukan cairan pada otak, yaitu cerebro spinal fluid sehingga terjadi pembengkakan akibat adanya gangguan aliran cairan serebro spinal (CSS) dalam sistim ventrikel atau pada jalan keluar ke ruang subarakhnoid. Obstruksi disini merupakan istilah yang digunakan untuk membandingkan hidrosefalus yang disebabkan oleh produksi berlebih dari cairan serebro spinal (CSS)

A. INSIDENS
Selama ini, hidrosefalus digambarkan dengan anak-anak dengan ukuran kepala yang lebih besar dari normal. Padahal, penyakit ini bisa menyerang orang dewasa. Insiden pada bayi baru lahir yaitu 3 per 1,000, dimana bayi laki-laki dan bayi wanita itu insidensnya sama, namun ada pengecualian pada Bickers-Adams sindrom, dimana X-link hidrosefalus yang ditransmisikan wanita dan manifestasinya pada laki-laki.
Banyak pada dewasa diatas 50 tahun , dan insiden pada pria lebih banyak. hidrosefalus usia dewasa terjadi sekitar 40 persen dari total kasus hidrosefalus. Namun dari hasil penelitian di RS. Dr Sardjito, kasus hidrosefalus dewasa 30,5 persen. Deteksi dini dan terapi yang tepat membuat keadaan penderita hidrosefalus menjadi lebih baik.

B. ETIOLOGI
Adapun yang menjadi etiologi dari penyakit ini adalah:
• stenosis aquaduktus serebri
• penekanan suatu massa terhadap foramen Luschka, foramen Magendi, ventrikel IV, dan foramen Monroe.
• Akibat adanya perdarahan pada fosa posterior yang menyumbat saluran ventrikel yang terjadi pasca trauma.
Kedua kelainan tsbt bisa bawaan atau didapat.

C. GEJALA KLINIK
Adapun gejala klinis dari penyakit ini adalah sakit kepala, kesadaran menurun, kejang, kelemahan saraf, inkontinensia urin (sulit menahan buang air kecil), nyeri kepala diikuti gejala muntah, dan gangguan penglihatan. Bahkan bila hidrosefalus dewasa tidak segera diatasi bisa sampai menyebabkan kebutaan. Bila sudah buta tidak bisa mengembalikan penglihatannya lagi. Bila kesadaran penderita hidrosefalus menurun bisa meninggal.


D. DIAGNOSIS
Diagnosis dapat ditegakkkan dengan melihat:
• GEJALA KLINIK
• PEMERIKSAAN FISIS: Pengukuran lingkaran kepala secara berkala. Pengukuran ini penting untuk melihat pembesaran kepala yang progresif atau lebih dari normal
• PEMERIKSAAN LAB
• PEMERIKSAAN PENUNJANG

E. PEMERIKSAAN TAMBAHAN
Pemeriksaan tambahan yang bias dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini adalah sebagai berikut:
• Transiluminasi kepala bisa menunjukkan adanya cairan abnormal yang tertimbun di berbagai daerah di kepala
• CT scan kepala
• Pungsi lumbal dan pemeriksaan cairan serebrospinal
• Rontgen kepala (menunjukkan adanya penipisan dan pemisahan tulang tengkorak)
• Scan otak dengan radioisotop bisa menunjukkan adanya kelainan pada jalur cairan serebrospinal
• Arteriografi pembuluh darah otak.
• Ekoensefalogram (USG otak, menunjukkan adanya pelebaran ventrikel akibat hidrosefalus maupun perdarahan intraventrikuler
• MRI

F. PENATALAKSANAAN
• Pada kasus-kasus emergensi hal pertama yang dilakukan adalah periksa ABC kemudian lakukan pemasangan selang dari rongga otak ke rongga perut atau Ventriculo Peritonial Shunt (VP Shunt) yaitu menggunakan pompa katup semiluner, dipasang seumur hidup selama tidak ada komplikasi.
• Farmakologis
• Terapi sesuai kausanya

G. DIAGNOSA BANDING
Adapun diagnosis banding dari penyakit ini adalah:
Ø Epidural Hematoma
Ø Frontal Lobe Epilepsy
Ø Frontal Lobe Syndromes
Ø Frontal and Temporal Lobe Dementia, ETC
Ø Intracranial Epidural Abscess
Ø Intracranial Hemorrhage
Ø Migraine Headache

H. KOMPLIKASI
• Hernia serebri
• Kejang
• Renjatan

I. PROGNOSIS
• Prognosis jangka panjang sangat dipengaruhi oleh penyebab hidrosefalusnya

J. INFORMASI TAMBAHAN
Indikasi Lumbal Punksi:1. Untuk mengetahui tekanan dan mengambil sampel untuk pemeriksan sel, kimia dan bakteriologi2. Untuk membantu pengobatan melalui spinal, pemberian antibiotika, anti tumor dan spinal anastesi
3. Untuk membantu diagnosa dengan penyuntikan udara pada pneumoencephalografi, dan zat kontras pada myelografi

Kontra Indikasi Lumbal Punski:1. Adanya peninggian tekanan intra kranial dengan tanda-tanda nyeri kepala, muntah dan papil edema2. Penyakit kardiopulmonal yang berat3. Ada infeksi lokal pada tempat Lumbal Punksi

Komplikasi Lumbal Punksi
• Sakit kepala. Biasanya dirasakan segera sesudah lumbal punksi, ini timbul karena
pengurangan cairan serebrospinal
• Backache, biasanya di lokasi bekas punksi disebabkan spasme otot
• Infeksi
• Herniasi
• Untrakranial subdural hematom
• Hematom dengan penekanan pada radiks

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar