Jumat, 15 Januari 2010

Sindrom Nefritik Akut

PENDAHULUAN
Sindrom Nefritik Akut (Glomerulonefritis Akut, Glomerulonefritis Pasca Infeksi) adalah suatu peradangan pada glomeruli yang menyebabkan hematuria (darah dalam air kemih), dengan gumpalan sel darah merah dan proteinuria (protein dalam air kemih) yang jumlahnya bervariasi.
Streptokokus nefritogenik dipercaya dapat mengelaborasi antigen yang megikat dinding kapiler glomerulus dan membentuk nidus untuk membentuk kompleks imun unsitu. Streptokokus mungkin juga dapat memproduksi trauma glomerulus secara langsung, membentuk fase untuk perubahan menjadi inflamasi, ataupun menginduksi kompleks autologus IgG/anti IgG melalui desialasi neuriamidase dari host IgG dan membentuk resultan neoantigen. Patomekanisme pasti belum diketahui. Penyakit ini muncul pada usia sekolah, dengan Laki-laki dua kali lebih banyak daripada wanita. 1,2,3,5
Sindrom nefritik aku mengikuti infeksi saluran pernapasan atau infeksi pada kulit yang disebabkan oleh strain “nefritogenik” dari streptokokus ß-hemolitikus group A. Faktor yang menyebabkan hanya strain “nefritogenik” dari streptokokus ß-hemolitikus group A ini belum diketahui secara pasti. Sindrom nefritik akut biasnaya mengikuti streptokokus faringeal, selama musim hujan dan infeksi streptokokus pada kulit atau pioderma selama musim panas. Walaupun epidemik dari nefritis telah dijelaskan dalam hubungannya dengan infeksi tenggorokan (serotipe 12) dan infeksi kulit (serotipe 49), pneyakit ini secara umum bersifat sporadis.

INSIDENS
Lebih sering umur 6-7 thn, jarang < 3 thn dan insiden pada Laki – laki Lebih banyak disbanding perempuan. Pada 10- 12 % kasus diawali oleh infeksi streptokokus b hemolitikus grup dan biasanya didahului ISPA atau piodermi 1,2


ETIOLOGI
Sindroma nefritik akut bisa timbul setelah suatu infeksi oleh streptokokus, misalnya strep throat. Kasus seperti ini disebut glomerulonefritis pasca streptokokus. Glomeruli mengalami kerusakan akibat penimbunan antigen dari gumpalan bakteri streptokokus yang mati dan antibodi yang menetralisirnya. Gumpalan ini membungkus selaput glomeruli dan mempengaruhi fungsinya.
Nefritis timbul dalam waktu 1-6 minggu (rata-rata 2 minggu) setelah infeksi dan bakteri streptokokus telah mati, sehingga pemberian antibiotik akan efektif.
Glomerulonefritis pasca streptokokus paling sering terjadi pada anak-anak diatas 3 tahun dan dewasa muda. Sekitar 50% kasus terjadi pada usia diatas 50 tahun.

Sindroma nefritik akut juga bisa disebabkan oleh reaksi terhadap infeksi lainnya, seperti:
- infeksi pada bagian tubuh buatan
- endokarditis bakterialis
- pneumonia
- abses pada organ perut
- cacar air
- hepatitis infeksios
- sifilis
- malaria.2,4

PATOGENESIS
Walaupun secara morfologis dan terjadinya penurunan C3 komplemen menunjukkan bahwa sindrom nefritik akut dimediasi oleh kompleks imun, mekanisme pasti dimana streptokokus nefritogenik menginduksi bentuk kompleks masih sulit untuk dijelaskan. Walaupun terdapat kesamaan secara klinis dan gambaran histologik pada kelinci yang memiliki serum penyakit yang sama, peemuan komples imun pada sirkulasi tidak seragam dan aktivasi komplemen diaktifkan secara primer melalui jalur alternatif lebih sering dibandingkan menggunakan jalur klasik (aktivasi komples imun).
Streptokokus nefritogenik dipercaya dapat mengelaborasi antigen yang megikat dinding kapiler glomerulus dan membentuk nidus untuk membentuk kompleks imun unsitu. Streptokokus mungkin juga dapat memproduksi trauma glomerulus secara langsung, membentuk fase untuk perubahan menjadi inflamasi, ataupun menginduksi kompleks autologus IgG/anti IgG melalui desialasi neuriamidase dari host IgG dan membentuk resultan neoantigen. Patomekanisme pasti belum diketahui. Penyakit ini muncul pada usia sekolah, dengan Laki-laki dua kali lebih banyak daripada wanita. 1,2,5

MANIFESTASI KLINIS (5)
Sekitar 50% penderita tidak menunjukkan gejala. Gejala yang muncul sekitar 1-2 minggu setelah infeksi faringeal oleh streptokokus ataupun 4-6 minggu setelah pioderma karena streptokokus.
Jika ada gejala, yang pertama kali muncul adalah penimbunan cairan disertai pembengkakan jaringan (edema), berkurangnya volume air kemih dan air kemih berwarna gelap karena mengandung darah. Edema muncul dari retensi garam dan air dan nefrotik sindrom bisa muncul pada 10-20% kasus. Edeme subglotis akut dan membahayakan jalan napas juga telah dilaporkan.
Pada awalnya edema timbul sebagai pembengkakan di wajah dan kelopak mata, tetapi selanjutnya lebih dominan di tungkai dan bisa menjadi hebat. Tekanan darah tinggi dan pembengkakan otak bisa menimbulkan sakit kepala, gangguan penglihatan dan gangguan fungsi hati yang lebih serius.
Gejala spesifik seperti malaise, letargi, nyeri abdomen, dan demam kadang muncul. Abnormalitas akut secara general akan selesai pada 2-3 minggu; C3 komplemen dapat normal pada 3 hari awal atau paling lambat 30 hari setelah onset. Walaupun mikroskopik hematuri dapat muncul selama setahun, kebanyakan anak sembuh sempurna.
Keadaan ginjal yang memburuk secara persisten, abnormalitas urin selama 18 bulan, Hipokomplementemia persisten, dan sindrom nefrotik adalah tanda berbahaya. Jika salah satu muncul, maka merupakan indikasi untuk biopsi renal. 1,2,3,4,5

DIAGNOSIS (5)
Diagnosis ditegakkan apabila terdapat :
• Hematuri makroskopik atau mikroskopik
• Edema
• Hipertensi
• ASTO meningkat atau C3 menurun2

DIAGNOSIS BANDING (5)
1. Sembab non-renal : gagal jantung kongestif, gangguan nutrisi, edema hepatal,
edema Quincke.
2. Sindrom nefrotik
3. Lupus sistemik eritematosus. 5

PENGOBATAN (8)
Pemberian obat yang menekan sistem kekebalan dan kortikosteroid tidak efektif, kortikosteroid bahkan bisa memperburuk keadaaan.Jika pada saat ditemukan sindroma nefritik akut infeksi bakteri masih berlangsung, maka segera diberikan antibiotik.
Penderita sebaiknya menjalani diet rendah protein dan garam sampai fungsi ginjal kembali membaik.Bisa diberikan diuretik untuk membantu ginjal dalam membuang kelebihan garam dan air.Untuk mengatasi tekanan darah tinggi diberikan obat anti-hipertensi.
Jika terjadi gagal ginjal yang berat, penderita perlu menjalani dialisa. 1,3

PROGNOSIS (5)
Penyembuhan sempurna muncul pada lebih dari 95% anak-anak dengan sindrom nefritik akut. Kematian pada fase akut dapat dihindarkan dengan manajemen pengobatan yang baik dan tepat terhadap gagal ginjal akut, gagal jantung, dan hipertensi. Kadang, fase akut dapat menjadi berat dan menjadi hialinisasi glomeruler dan insufisiensi renalis. Walaupun begitu, diagnosis dari sndrom nefritik akut mensti dipertanyakan pada pasien dengan gagal ginjal kronk karena diagnosis lain seperti glomerulonefritis mempranoproliferatif dapat muncul. Rekurensi jarang terjadi 1,2

PENCEGAHAN (8)
Pengobatan lebih awal terhadap infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi streptokokus dapat mengurangi resiko untuk terkenanya sindrom nefritik akut. 2

DAFTAR PUSTAKA

1. Richard E., Md. Behrman, Robert M., Md. Kliegman, Hal B., Md. Jenson. Eds. Glomerulonephritis Associated with Infections In : Nelson Textbook of Pediatrics. 17th edition. Philadephia : Saunders; 2003. P. 1740
2. Sindrom Nefritik Akut. [serial online] 2004. [cited 2008 April 21]. Available from URL : www.medicastore.com
3. Sindrom Nefritik Akut. [serial online] 2004. [cited 2008 April 21]. Available from URL : www.indonesiaindonesia.com
4. Julia A. McMillan, Catherine D. Deangelis, Ralph D. Feigin, Joesph B. Warshaw, Frank A. Oski, Eds. Acute Streptococcal Glomerulonephritis. In: Oski's Pediatrics: Principles and Practice. 3rd Edition. Lippincott Williams & Wilkins Publishers:New York. 1999. p. 229
5. William W. Hay Jr, et al. Acute Streptococcal Glomerulonephritis. In: Current Pediatric Diagnosis & Treatment. 16th Edition. McGraw-Hill Education : Europe. 2002 p. 1222-3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar