Sabtu, 15 Januari 2011

Asmara Berdasarkan Urutan Kelahiran

Masih sering kita dengar sebagian orang tua menasihatkan, jika kamu dalam keluarga merupakan anak sulung sebaiknya tidak menikah dengan yang sama-sama sulung. Demikian pula kebalikannya, jika kamu merupakan anak bungsu, jangan pula menikah dengan yang sama-sama bungsu.


Karena keduanya mempunyai sifat-sifat dasar yang sama, setidaknya sifat manja dan keras kepala mengikutinya. Benar tidaknya saran dan nasihat orang-orang tua tersebut, masih sering menjadi pembicaraan.

Meski dapat dikatakan masih kontroversial, namun mereka dapat membuktikan bahwa karakteristik seseorang, salah satunya dapat dilihat dari urutan kelahiran.

Tidak ada salahnya kita ikuti, siapa tahu bermanfaat bagi kita. Mau tahu apa kata ahli mengenai sifat dan sikap masing-masing berikut asmaranya.

Kamu sebagai anak bungsu;

Anak yang terlahir paling akhir biasanya mempunyai pembawaan yang menyenangkan, pandai bergaul, populer, dan mudah membuat orang jatuh hati.

Anak bungsu ketika menjalin hubungan biasanya terpaku pada hubungannya. Perhatian kecil saja dapat membuat anak bungsu bertekuk lutut.

Tapi apabila anak bungsu di dominasi maka ia pun akan kuat menentangnya. Ia lebih suka dipandang sederajat dibandingkan menurut pada pasangannya.

Kamu sebagai anak tengah;

Termasuk anak yang terampil untuk bernegosiasi. Ia terbiasa berhubungan dengan kakak dan adik. Karena posisinya yang terjepit, ia pun akan selalu berjuang untuk mendapatkan perhatian orang tuanya.

Biasanya para anak tengah mempunyai kecenderungan menikah di usia muda atau justru sangat terlambat. Anak tengah bisa dibilang pasangan yang menyenangkan karena memiliki kecenderungan menyenangkan pasangannya.

Dalam hubungan rumah tangga, anak juga bisa sangat gigih berjuang mendominasi peran dalam keluarga.

Kamu sebagai anak sulung;

Sebagai anak pertama, yang umumnya kehadirannya sangat ditunggu, mempunyai kecenderungan mengambil posisi pemimpin sangat mendominasi.

Sehingga sifatnya bertanggung jawab namun tetap mengikuti aturan. Menurut para ahli, anak sulung juga memiliki kecenderungan menikahi orang yang ia cintai sejak masa remaja, cinta pertama atau biasa disebut ‘cinta monyet’.

Sebagai anak sulung, kemungkinan besar akan tetap mempertahankan rumah tangganya, meski sebenarnya dalam kondisi tidak harmonis sekalipun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar