Kamis, 08 April 2010

Konsep Kecemasan

KONSEP KECEMASAN

Pengertian 

Cemas adalah emosi dan merupakan pengalaman subyektif individual, mempunyai kekuatan tersendiri dan sulit untuk diobservasi secara langsung. Perawat dapat mengidentifikasi cemas lewat perubahan tingkh laku klien.

Stuart (1996) mendefinisikan cemas sebagai emosi tanpa obyek yang spesifik, penyebabnya tidak diketahui, dan didahului oleh pengalaman baru. Sedangkan takut mempunyai sumber yang jelas dan obyeknya dapat didefinisikan. Takut merupakan penilaian intelektual terhadap stimulus yang mengancam dan cemas merupakan respon emosi terhadap penilaian tersebut. Lebih jauh dikatakan pula, kecemasan dapat dikomunikasikan dan menular, hal ini dapat mempengaruhi hubungan terapeutik perawat klien. Hal ini menjadi perhatian perawat.
Bostrom (1995) mengemukakan stressor sebagai factor presipitasi kecemasan adalah bagaimana individu berhadapan dengan kehilangan dan bahaya yang mengancam. Bagaimana mereka menerimanya tergantung dari kebutuhan, keinginan, konsep diri, dukungan keluarga, pengetahuan, kepribadian dan kedewasaan.

Kecemasan adalah suatu kondisi yang menandakan suatu keadaan yang mengancam keutuhan erta keberadaan dirinya dan dimanifestasikan dalam bentuk prilaku seperti rasa tak berdaya, rasa tidak mampu, rasa takut, phobia tertentu (Hamid dkk,1997).

Kecemasan muncul bila ada ancaman ketidakberdayaan, kehilangan kendali, perasaan kehilangan fungsi-fungsi dan harga diri, kegagalan pertahanan, perasaan terisolasi (Hudak dan Gallo, 1997).

Tingkat Kecemasan

Stuart dan Sundeen (1995) membagi kecemasan menjadi 4 tingkatan yaitu :

1. Kecemasan Ringan

Kecemasan ringan berhubungan dengan ketegangan akan peristiwa kehidupan sehari-hari. Pada tingkat ini lahan persepsi melebar dab individu akan berhati-hati dan waspada. Individu terdorong untuk belajar yang akan menghasilkan pertumbuhan dan kreativitas.

a. Respon Fisiologis
  • Sesekali nafas pendek
  • Nadi dan tekanan darah naik
  • Gejala ringan pada lambung
  • Muka berkerut dan bibir bergetar
b. Respon Kognitif
  • Lapang persegi meluas
  • Mampu menerima ransangan yang kompleks
  • Konsentrasi pada masalah
  • Menyelesaikan masalah secara efektif
c. Respon perilaku dan Emosi
  • Tidak dapat duduk tenang
  • Tremor halus pada tangan
  • Suara kadang-kadang meninggi
2. Kecemasan sedang

Pada tingkat ini lahan persepsi terhadap lingkungan menurun/individu lebih memfokuskan pada hal penting saat itu dan mengesampingkan hal lain.

a. Respon Fisiologis
  • Sering nafas pendek
  • Nadi ekstra systole dan tekanan darah naik
  • Mulut kering
  • Anorexia
  • Diare/konstipasi
  • Gelisah
b. Respon Kognitif
  • Lapang persepsi menyempit
  • Rangsang Luar tidak mampu diterima
  • Berfokus pada apa yang menjadi perhatiannya
c. Respon Prilaku dan Emosi
  • Gerakan tersentak-sentak (meremas tangan)
  • Bicara banyak dan lebih cepat
  • Perasaan tidak nyaman
3. Kecemasan Berat

Pada kecemasan berat lahan persepsi menjadi sempit. Individu cenderung memikirkan hal yang kecil saja dan mengabaikan hal-hal yang lain. Individu tidak mampu berfikir berat lagi dan membutuhkan banyak pengarahan/tuntutan.

a. Respon Fisiologis
  • Sering nafas pendek
  • Nadi dan tekanan darah naik
  • Berkeringat dan sakit kepala
  • Penglihatan kabur
b. Respon Kognitif
  • Lapang persepsi sangat menyempit
  • Tidak mampu menyelesaikan masalah
c. Respon Prilaku dan Emosi
  • Perasaan ancaman meningkat
  • Verbalisasi cepat
  • Blocking
4. Panik

Pada tingkat ini persepsi sudah terganggu sehingga individu sudah tidak dapat mengendalikan diri lagi dan tidak dapat melakukan apa-apa walaupun sudah diberi pengarahan/tuntunan.

a. Respon Fisiologis
  • Nafas pendek
  • Rasa tercekik dan berdebar
  • Sakit dada
  • Pucat
  • Hipotensi
b. Respon Kognitif
  • Lapang persepsi menyempit
  • Tidak dapat berfikir lagi
c. Respon Prilaku dan Emosi
  • Agitasi, mengamuk dan marah
  • Ketakutan, berteriak-teriak, blocking
  • Persepsi Kacau
  • Kecemasan yang timbul dapat diidentifikasi melalui respon yang dapat berupa respon fisik, emosional, dan kognitif atau intelektual.
d. Respon Fisiologis
  • Kardiovaskuler : Palpitasi berdebar, tekanan darah meningkat/menurun, nadi meningkat/menurun
  • Saluran Pernafasan : Nafas cepat dangkal, rasa tertekan di dada, rasa seperti tercekik
  • Gastrointestinal : Hilang nafsu makan, mual, rasa tak enak pada epigastrium, diare
  • Neuromuskuler : Peningkatan refleks, wajah tegang, insomnia, gelisah, kelelahan secara umum, ketakutan, tremor
  • Saluran Kemih : Tak dapat menahan buang air kecil
  • Sistem Kulit : Muka pucat, perasaan panas/dingin pada kulit, rasa terbakar pada muka, berkeringat setempat atau seluruh tubuh dan gatal-gatal
  • Respon Kognitif : konsentrasi menurun, pelupa, raung persepsi berkurang atau menyempit, takut kehilangan kontrol, obyektifitas hilang
  • Respon emosional : Kewaspadaan meningkat, tidak sadar, takut, gelisah, pelupa, cepat marah, kecewa, menangis dan rasa tidak berdaya
Stuart dan Sundeen (1995) mengatakan rentan respon individu berfluktuasi antara respon adaptif dan maladaptive seperti :
  • Adaptif Maladaptif
  • Adaptasi Ringan Sedang Berat Panik
Roy (1974) mengatakan manusia mahluk yang unik karenanya mempunyai respon yang berbeda-beda terhadap cemas tergantung kemampuan adaptasi ini dipengaruhi oleh pengalaman berubah dan kemampuan kopinh individu. Koping adalah mekanisme mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi stress.
Selanjutnya Roy (1974) menerangkan proses adaptasi dipengaruhi oleh 2 aspek yaitu masing-masing individu dan kemampuan adaptasi ini dipengaruhi oleh pengalaman berubah dan kemampuan koping individu. Koping adalah mekanisme mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi stress.

1. Stresor (stimulus lokal)
  • Yaitu semua rangsang yang dihadapi individu dan memerlukan respon adaptasi. Mediator (proses adaptasi)
2. Stimulus Internal
  • yaitu factor dari dalam yang dimiliki individu seperti keyakinan, pengalaman masa lalu, sikap, dan kepribadian.
3. Stimulus eksternal (kontekstual)
  • Yaitu factor dari luar yang berkontribusi atau melatar belakangi dan mempengaruhi respon adaptasi individu terhadap stressor yang dihadapi.
Sumber
  • http://www.mantri-suster.co.cc/2010/02/konsep-kecemasan_28.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar